Halaman

Kamis, 20 April 2017

SUTRADARA VERSUS AKTOR HEBAT

Kita semua pastinya sepakat bahwa manusia diciptakan oleh Allah itu dengan berbagai macam potensi dan keahlian tersendiri, karena Allah memberikan kita akal pikiran. Sehingga manusia bisa mencapai prestisenya di muka bumi ini, sebagaimana yang dicita-citakannya. Manusia dengan segala potensi dan keahlian yang dimilikinya mampu menaiki tangga kesuksesan sebagaimana yang diimpikannya. Betapa sangat indah Allah membuat skenario kehidupan ini. Sebagai sutradara yang ulung, Allah kemas setiap cerita dengan dominasi keunikannya tersendiri.

Tetapi sadarkah kita, bahwa dibalik semua cerita masih ada banyak manusia yang kurang menyadari  tentang keindahan dan keunikan cerita yang Allah buat untuk kehidupan ini. Tak banyak orang yang mampu membaca makna pesan dari skenario yang Allah turunkan di tengah-tengah kehidupan ini, sehingga ketika kita menemui aral yang membuat diri kita jatuh, kita langsung drop dan merasa tak bisa lagi berdiri meneruskan perannya sebagai aktor dari sebuah cerita kehidupan. Selain itu, tak banyak juga orang yang mampu membaca potensi diri yang dimilikinya. Sehingga terkadang menimbulkan keragu-raguan terhadap dirinya sendiri. Menjadi  tidak percaya diri, dan merasa takut ketika menerima skenario baru. Apalagi jika cerita skenario baru itu terlihat sulit untuk diselesaikan dan diperankan, tanpa berkomentar panjang lebar kita pasti akan memilih untuk menolak tawaran tanpa pertimbangan yang matang. Timbul di dalam diri kita perasaan takut tidak akan mampu mengerjakannya, takut gagal, takut tidak selesai, dan  segudang ketakutan-ketakutan lainnya yang bisa timbul dalam benak pikiran kita secara tiba-tiba. Dimana ketakutan itu biasanya mendominasi, dan menimbulkan keragu-raguan dalam diri,yang terkadang menyebabkan kita memilih untuk mengundurkan diri.

Ketakutan-ketakutan yang timbul seperti itu adalah suatu hal yang wajar, dimana manusia memiliki rasa dan karsa. Sehingga manusia bisa merasakan ketakutan dalam diri sebelum mengambil peran untuk dimainkan. Jika hal demikian yang terjadi, janganlah rasa ketakutan itu dipupuk menjadi berlebihan. Bagaimana kita bisa mengetahui potensi yang kita miliki, jika belum melakukan tindakan apa-apa kita sudah memilih untuk berlari menjauhi. Bagaimana kita bisa mengatakan kita ahli, jika kita belum pernah mencoba mempelajarinya tiba-tiba kita bilang tidak mengerti. Bagaimana kita bisa mengatakan kita seorang aktor hebat, jika belum membaca alur ceritanya kita sudah lebih dulu menolak skenario pemberian-Nya. Tapi itulah sifat individu kita sebagai manusia, terkadang penyakit takutnya itu lebih mendominasi. Belum lagi terkadang diiringi oleh penyakit malasnya yang kronis melekat di dalam diri. Ingin berhasil berjalan sesuai kondisi, tetapi berat untuk menggali. Baru sekali saja kalah, langsung mengalah penuh keluh kesah dan resah. Baru sekali ditimpa ujian dan musibah, sudah langsung patah arah. Bahkan ada yang bilang bahwa dunianya berputar arah. Aneh ya.…, Manusia terkadang sangat takut dengan dirinya sendiri, sehingga membuatnya tidak percaya diri terhadap potensi dan keahlian yang dimiliki. Itulah cerita nyata yang masih saja ada di dalam kehidupan saat ini. Sebagian malah ada yang frustasi dan putus asa, aduh….jangan ya??

Renungkanlah, layakkah kita berkeluh kesah? Layakkah kita marah di atas skenario sang sutradara sementara kita hanyalah pemeran ceritanya saja. Tentu saja tidak layak. Jangan mengkerdilkan diri dengan emosi. Karena tanpa disadari, hal itu bisa sedikit demi sedikit bisa mengikis potensi yang kita miliki. Jika hadir di hadapan kita tuntutan skenario-skenario baru yang harus dipelajari, maka pelajarilah. Selagi itu membawa kebaikan dan hal positif bagi kehidupan. Dan tidak bertentangan dengan keinginan Tuhan. Aktor hebat pasti akan menjalani semua peran yang diberikan oleh sang sutradara dengan antusias semangat yang tinggi.

Hindari perkataan saya tidak mengerti dan tidak bisa sebelum segala sesuatunya kita pelajari. Hindari berkata saya tidak akan mampu menyelesaikannya, sebelum kita mencoba untuk menyelesaikannya. Karena pada hakikatnya begitu banyak potensi yang tersembunyi di dalam diri kita yang tidak kita sadari. Bertempurlah sebelum menyerahkan kalah, mendayunglah sebelum air beriak parah. Yakinlah pada potensi yang kita miliki, yakinlah  pada kemampuan diri. Ambillah setiap kesempatan dan raihlah semua peluang. Jadilah aktor hebat yang tidak mudah menyerah. Masalah berhasil atau tidaknya itu belakangan, masalah menang atau kalahnya itupun belakangan. Yang terpenting di dalam hidup ini adalah berusaha, berusaha, dan berusaha. Mengerahkan segala potensi dan kemampuan yang kita miliki untuk menyelesaikan peran hebat dari sang sutradara hebat. Karena kita akan menemukan potensi dan kemampuan diri kita jika kita bertindak. Jangan sia-siakan peran yang diberikan oleh Allah, Sang sutradara terhebat. Dan manusia, sebagai aktor hebat. Sebagai aktor hebat bangunlah daya lenting tinggi yang mampu melambungkan diri ke atas peran yang lebih tinggi lagi. Dan siapkan diri untuk memainkan setiap skenario kehidupan…., so make to action now if you want change in your live.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar