Halaman

Kamis, 17 Agustus 2017

KITA MEMANG BEDA

Menyamakan pria dan wanita dalam segala hal adalah sesuatu yang bertentangan dengan fitrah dan syariat. Islam senantiasa menyebutkan perbedaan di antara keduanya sesuai dengan standar syariat dan kemaslahatan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hanya Islam yang menempatkan wanita pada martabat yang terhormat dan memberikan perlindungan bagi wanita. Namun, kini wanita meminta agar disamaratakan dengan pria dan diberi hak yang sama dengan hak pria di segala bidang.
Di negara kita, wanita akan disebut sukses jika berkarier tinggi di suatu perusahaan dengan ratusan karyawan pria sebagai bawahannya, menjadi selebriti yang dielu-elukan di berbagai tempat, atau mampu menyaingi pria dalam banyak bidang.
Kini, perlindungan dan kemuliaan yang diberikan oleh Islam kepada kaum wanita tidak dapat diterima oleh segolongan perempuan yang menyebut diri mereka sebagai pejuang dan pembela hak-hak kaum perempuan, yaitu kalangan feminis. Feminisme sendiri terkait dengan perjuangan wanita kafir Barat dalam menuntut kebebasannya. Isu feminisme ini hendak menghantam Islam. Islam dianggap tidak berpihak pada wanita dan membelenggu wanita dengan berbagai aturan. Secara implisit dapat kita tangkap bahwa konsep feminisme ini menggambarkan wanita seolah-olah sebagai kaum termarginalkan.
Sejatinya, jauh sebelum isu feminisme diembuskan, Islam telah memuliakan wanita. Persamaan hak antara pria dan wanita di sisi Allah, itulah persamaan hak yang patut dituntut dan dijadikan impian oleh setiap wanita. Sebaliknya, perbedaan antara pria dan wanita di sisi Allah, itulah perbedaan yang harus dipertahankan dan dijadikan prinsip oleh setiap wanita demi mendapatkan kemuliaannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar