Halaman

Rabu, 29 November 2017

JIWA SANG PEMENANG

Siapapun yang hidup pasti menginginkan kemenangan. Siapapun pasti menginginkan kesuksesan. Namun, tahukah kalian bagaimana jalannya menujukemenangan itu? Untuk meraih sebuah kemenangan itu tidak seindah yangdibayangkan.Meraih kemenangan itu tak semudah seperti kita membalikkan kedua belah telapak tangan. Semua itu butuh perjuangan, pengorbanan, keringat, dan bahkan terkadang butuh airmata. Untuk meraih segala impian kita,  butuh mental dan jiwa yang tangguh sebagai pemenang,yaitu memiliki jiwa pantang menyerah.Sekalipun jalan itu sulit kita tidak mudah menyerah, sekalipun badan terasasakit kita tidak pernah putus asa dan marah.Sebagai seorang yang memiliki jiwa sang pemenang, tentunya kita tidak akan mudah patah hanya karena satu arah yangtelah ditetapkan oleh Tuhan untuk kehidupan.  Seorang yang memilliki mental dan jiwa pemenang, dia tidak akan fokus hanya pada masalah dan kesulitanyang iahadapi, akan tetapi ia akan berfokus pada sebuah solusi. Ia tidak peduli bagaimana kondisi yang menimpanya saat ini, yang terpenting baginya adalah memikirkan cara yang dapat mendatangkan sebuah solusi untuknya agar dapat keluardari segala kesulitan yang ada. Dan menghantarkannya pada kemenangan yan gsebenarnya. Karena baginya, tidak ada pahlawan terbaik untuk dirinya selain dirinya sendiri.

Seorang yang memiliki jiwa sang pemenang, sangat menyadari bahwa kemenangan adalah sesuatu hal yang haruslah diperjuangkan. Sesuatu yang harus diperjuangkandengan penuh kesungguhan, tidak pernah ada kata berhenti sebelum ia sampai padaakhir garis finish yang ditentukan. Dan inilah yang dilakukan oleh seorang atletasal AS dari cabang lari 400 m bernama Derek  Redmond.  Pada tahun1992 Derek Redmond berhasil masuk ke babak semifinal Olimpiade Barcelona dan berhasil menyelesaikan perlombaan dengan semangat yang luar biasa. Tapi tahukah anda, bagaimana perjuangan Derek dalam menyelesaikan perlombaannya tersebut?vSungguh, Derek menyelesaikan bukan tanpavada sedikitpun rintangan dan peristiwavyang menyulitkan bagi dirinya. Dalam menyelasaikan perlombaannya, Derek harusvmengalami peristiwa legendaris yang luar biasa yang bisa diambil pelajarannya bagi kita semua.

Pada saat Derek tampil bersama tujuh pelari lainnya, dengan nomor dada 749Derek berada di lintasan nomor 3 lintasan yang biasanya untuk para pelariunggulan dan calon juara.  Start pun dimulai, para atlet punberlari sekencang-kencangnya, detik demi detik pun berjalan namun belum jugatampak siapa yang akan menjadi juara.  Tetapi,tiba-tiba pada saat menempugjarah 150 km, tiba-tiba Derek merasakan sakit yang luar biasa pada kakinyaseperti terbakar. Ia berlari terpincang-pincang sambil sesekali merundukmemegang paha kanan bagian belakangnya yang pada saat itu cidera. Dan ia sempatterdiam di tempat, sedangkan peserta lainnya sudah jauh pergi meninggalkannya.Beberapa saat ia masih merunduk merasakan rasa sakitnya,tiga orang officialmasuk lintasan untuk menolongnya. Tapi kemudian Derek tetap melanjutkanperjuangannya, ia kembali berdiri dan berlari berjingkat-jingkat untuk menyelesaikanperlombaan. Kaki kanannya sulit dijejakkan, tapi ia terus berusaha berlarinyaris hanya dengan satu kaki. Ia tidak ingin menyerah, danbertekad ia harusmenyelesaikannya. Dengan langkah yang tidak sempurna dan menahan sakit yang luarbiasa, Derek terus berusaha untuk melanjutkan lomba.

Melihat perjuangan Derek, tiba-tiba seorang pria menerobos petugas keamanandan lari mendekati Derek dan merangkulnya. Lalu Derekpun menangis sejadinya dan memluk pria tersebut, yang ternyata adalah ayahnya.  Kemudian ayahnya membimbing Derek sambil berkata, “Kamu sebenarnya tidak perlu melakukanhalseperti ini,”. Namun apa jawaban Derek, “Ya, saya perlu  dan saya harus menyelesaikannya”, balasnya. Kemudianayahnya mengatakan, “Ya kalau begitu, mari kita selesaikan perlombaan inibersama”.  Dan bersama-sama dengan ayahnya,Derek melanjutkan perlombaan dengan menggantungkan tangannya ke pundaksang ayahsambil terus berjalan berjingkat-jingkat dengan wajah kesakitan karena tidakmampu menahan rasa sakit karena cidera otot pahanya yang semakin parah. Namun ketika jarak tinggal sedikit lagi untuk mencapai garis finish, sang ayah melepaskannya dan membiarkan Derek untuk menyelesaikan lomba tersebut dengan melewati garis finish. Di saat Derek menyelesaikan lomba tersebut dengan melewati garis finis, lebih dari65.000 penonton berdiri dan memberikan tepuktangan yang meriah untuk Derek. Dan kejadian itu sangat menginspirasi dunia.

Begitulah sekilas kisah singkat perjuangan Derek, yang sempat menguras airmata saya pada saat membaca kisahnya. Ia tidak peduli dengan kalah ataupun menang, tetapi dia hanya ingin menyelesaikan perlombaan. Karena kalaupun ia ingin, bisa saja ia menyerah dengan mudahnya. Tapi itu tidak ia lakukan. Kenapa?? Karena ia memiliki mental dan jiwa sang pemenang. Derek pada saat perlombaan memang kalah, dan tertinggal jauh dari yang lainnya. Akan tetapi, Derek berhasil menjadi juara bagi dirinya sendiri, dan menjadi juara di hati setiap orang yang melihat kegigihannya dalam berjuang dan tidak mudah menyerah. Dan inilah yang paling penting, sikap jiwa sang pemenang. Di dunia ini tidak ada satu orangpun yang menginginkan kegagalan. Tetapi kita haruslah mengingat bahwa semua apa yang kita ikhtiarkan, tidak semuanya selalu berjalan sesuai dengan apa yang  telah kita rencanakan. Namun, itu semua bukan berarti sebuah kegagalan yang luar biasa bagi kehidupan kita. Tahukah kalian, bahwa sebenarnya di saat kita memilih untuk bangkit dan memutuskan untuk terus berjuang, di situlah letak kemenangan. Dan itu bukanlah sebuah kegagalan yang menghancurkan. Karena kegagalan itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang tidak memiliki mental jiwa sang pemenang. So, don't cry...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar