Halaman

Senin, 13 November 2017

TOLERANSI DALAM KEMAJEMUKAN

Indonesia adalah negara kepulauan yang berbasis persatuan. Dimana penduduknya terkenal dengan keramah tamahannya. Setiap pulau miliki kultur budaya tersendiri, yang merupakan nilai kearifan lokal daerah setempat. Dan Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memiliki banyak kepulauan atau provinsi dengan kultur budaya yang berbeda-beda. Dengan kultur budaya yang berbeda-beda tersebut, menjadikan nilai tambah tersendiri untuk Indonesia di dalam kancah perhelatan dunia internasional. Di tambah lagi, perbedaan kultur budaya tersebut menjadi sarana alat pemersatu bangsa. Di atas perbedaan tersebut, warga negara Indonesia bisa saling bertoleransi, menghormati, dan saling memahami dalam kehidupannya  bermasyarakat berbangsa dan bernegara, sebagaimana yang tertuang di dalam sila-sila Pancasila.

Toleransi sendiri merupakan sikap terbuka yang terbangun dengan sendirinya, tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Sikap terbuka mau menerima dan mengakui perbedaan yang ada tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu dari siapapun. Yang intinya sikap toleransi itu tercipta karena rasa persatuan dan kesatuan yang hidup di dalam kehidupan bermasyarakat, yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Dimana sikap pelaksanaan toleransi tersebut didasarkan pada kelapangan dada pribadi individu terhadap orang lain dengan memperhatikan prinsip-prinsip kemanusiaan yang ada.

Indonesia sebagai negara kesatuan sangat menjunjung tinggi sikap toleransi tersebut. Bahkan sikap toleransi tersebut tercantum dalam UUD 1945 pasal 29J, dimana pasal tersebut menegaskan bahwa setiap orang tanpa terkecuali diharuskan untuk menghormati hak asasi orang lain dalam rangka tertib bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sehingga mampu tercipta suasana harmonis dan dinamis. Dan mampu mencegah timbulnya sikap intoleransi di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar