Halaman

Kamis, 01 Maret 2018

JILBAB

Dulu sebelum memakai jilbab, tahunya kalau sudah memakai pakaian serba panjang sudah baik dan tidak berdosa walaupun kepala tidak ditutupi. Dulu ketika belum berjilbab, sering juga ikut2an berkata buat apa berjilbab kalau kelakuan&akhlaknya masih bejat, hatinya gak dijilbabin, sama saja bohong. Dulu waktu masih jauh sama jilbab, ah banyak sekali dalih dalih yang terucap untuk mengalihkan alur cerita tentang kewajiban berjilbab. Bahkan dulu ketika hati sudah mulai terpikat dan mendekati jilbab, niatannya pun salah. Dulu ketika memulai berjilbab, lantaran ketika smp melihat guru agama islam dan matematika memakai jilbab terlihat anggun, dan enak dilihat. Dan karna itu jadi ingin berjilbab. Alhasil ketika masuk SMA pun berhasil untuk ikut2an berjilbab. Biar enak dilihat, itu saja yang menjadi niat.  Dulu saat mulai berkenalan dengan jilbab, pakaian ketat dan jeans dipadu padan dengan jilbab gaul selalu menjadi pakaian favorite yang amat sangat. Tetapi oh tetapi, seiring waktu yang berjalan,  aku baru tahu dan menyadari bahwa semua itu adalah salah besar. Sangat amat salah dan salah besar sekali. Dan itu adalah dosa besar. 

Satu teguran yang menampar, ku dapat dari seorang sahabat. Dia berkata, "kamu tahu gak bahwa dirimu itu memang berjilbab, tapi pakaian jilbabmu yang sekarang itu sesungguhnya kamu berjilbab tapi telanjang. Dan niatmu memakai jilbab itu salah, yang ada kamu tidak akan dapat apa2 dan tidak akan dilihat oleh Allah SWT. Kamu tahu gak berjilbab tapi telanjang itu yang seperti apa?". Dan saat ini aku hanya punya jawaban gelengan kepala. Tanpa banyak kata, kembali ku dapati tegurannya. Tapi kali ini teguran nasihat. Dimana aku diperintahkan harus mencari tahu tentang ilmu jilbab&memperbaiki niat. Agar ku dapat sebenar-benar hidayah tentang jilbab. Dan mengerti tentang bagaimana wajibnya jilbab, tidak hanya sekedar ikut2an merapat. Dari situ, dari semua nasihat yang pernah ku dapat, mulai terfikir dan penasaran tentang semua penampilan, apa iya aku ini seperti itu?

Dari situlah semuanya berawal, dari rasa penasaran keingintahuan yang kuat tentang penampilan jilbabku yang mengikat. Mulailah diri ini menggalinya, walau awalnya terasa berat. Tetapi demi ilmu akhirat dan Allah, sedikit demi sedikit mulai mencari tahu dan mendalami ilmunya, ilmu tentang jilbab tentunya. Pada akhirnya bertemulah diri ini dengan Q.S. Al Ahzab 59, buku saku panduan muslimah, serta 1001 alasan mengapa saya berjilbab.  Dan disitulah awal perjalanan ta'arufku dengab jilbab secara sebenar-benarnya jilbab. Sehingga akupun mulai mengenalnya secara akrab dan mendalam. Bahkan berani bilang cinta kepadanya. Dan mengakui bahwa penampilan serta pendapat2ku dulu begitu sangat jahiliya. Insyaallah sekarang sedikit demi sedikit belajar tobat mengenai hal jilbab, semoga kenal dan sangat cinta jilbab hingga akhir hayat. 

Alhamdulillah di pertengahan kelas 2 SMA mulai ku mengejar matahari, eh salah mengejar hidayah untuk berjilbab. Mencari hidayah untuk memperbaiki diri&niat berjibab yang syar'i. Dan alhamdulillah hidayah itu mendekat. Allah akhirnya pun melihat. Hingga saat ini masih bisa ku genggam ia dengan semangat, jilbabku yang melekat. Dan masih bisa berkumpul berholaqoh untuk terus menyelami lautan ilmu Allah bersama para sahabat sang jundi mewangi dunia. Semoga Allah terus menggenggam erat , untuk kita ke jalan selamat agar terus terikat oleh semangat bermakrifat. 

Itu cerita awalku berjibab, lantas bagaimana dengan kamu?? Ada yang mau share cerita, yuk kita berbagi kebaikan bersama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar