Halaman

Senin, 12 Maret 2018

SEMANGAT PAGI DUNIA

Semangat pagi dunia..., ku sapa engkau hari ini dengan penuh suka cita. Semoga cerahnya harimu di pagi ini membangkitkan semangat para manusia sang mewangi surga. Keindahaan sang mentari pagi telah membuat semua manusia bersorak gembira, karena keceriaannya yang menghiasi bumi tercinta. Apalagi kalau sudah hari libur tiba. Serasa inginnya berleha-leha, sedikit bermalas-malasan. Apalagi setelah sepekan disibukkan oleh aktivitas di luaran. Saatnya untuk rehatkan badan, dan manjakan diri dengan segala perawatan. 

Semangat pagi dunia, semoga kemudahan selalu menyertai kita di sepanjang perjalanan hidup ini. Tak lupa untuk selalu ucapkan doa seraya memuja asma-Nya. Karena begitulah perintah-Nya, agar kita mengawali segalanya dengan doa, agar kita mendapat perlindungan-Nya, juga mendapat keberkahan dari-Nya. Sudah saatnya sekarang kita segera bangun dari tempat tidur yang melenakan raga, yang telah membawa kita pada buaian yang meluluh lantakkan jiwa. Cukup sudah hari ini kita berwacana, jika tanpa aksi yang nyata. Karena tidak cukup hanya dengan sebuah wacana saja, tetapi perbuatan yang perlu realisasinya. Begitu banyak peristiwa yang telah kita lewati sepanjang usia kita. Begitu banyak hal yang telah kita lakukan sepanjang perjalanan hidup kita. Tengoklah sebentar saja, apakah diantara peristiwa dan hal-hal yang menghampiri itu telah membawa perubahan pada diri kita? Terutama pada kedewasaan iman kita, apakah kesemuanya itu telah menjadikan kita sebagai manusia yang pandai bersyukur kepada-Nya? Pagi yang cerah, pagi yang begitu indah. Saat yang tepat untuk kita berdiam sejenak,  bermuhasaba diri untuk meningkatkan kembali semangat hidup yang telah lewat. Sebelum kaki melangkah, kembali mengejar matahari yang begitu cerah.

Lihatlah dunia, semangatnya menyerigai indah kepada manusia yang tak pernah lalai untuk bersyukur kepada Tuhannya. Walau kegarangan siang telah siap menyergap raga dengan teriknya, namun kelembutan paginya selalu mengingatkan kita akan kebesaran Tuhan di atas sifat Rohimnya.  Indah dirasa, jika hati telah terpatri oleh kecintaan kepada-Nya. Jika hati telah terpaut oleh kepatuhan terhadap segala perintah-Nya. Semua telihat ramah terhadapnya, tak satupun yang bermuram durja atasnya. Tidak hanya penduduk bumi yang mencintainya, tetapi penduduk langitpun ikut mencintainya. Tidak hanya kesejukan dunia yang senang menyapanya, tetapi Tuhan dan penduduk langitpun senang menyapa dengan kelembutannya. Semua terbingkai indah dengan eloknya. Di kala hati telah mampu dengan sabar membangun kedewasaan imannya, di kala hati telah berhasil membangun kebersamaan dengan Tuhannya. Tak ada kata-kata yang memekakkan telinga, yang ada hanya nasihat yang menenangkan jiwa. Tak ada amarah yang menakutkan raga, yang ada hanya perbuatan yang mengindahkan mata. Seperti malaikat ya kelihatannya? Tidak, jika malaikat lebih sempurna dari itu semua. Itulah manusia jika hatinya sudah tertawan oleh kecintaan kepada Rabb-nya, maka dirinya selalu akan berusaha untuk bisa menyejukkan pandangan mata. Tidak asal bicara, tidak asal bertindak, apalagi mengacaukan suasana. Segala tindakan selalu dipikirkan olehnya, bermanfaat atau merugikan untuk lingkungan sekitarnya.

Semangat pagi dunia, pagi ini adalah saat yang tepat untuk kita bangun dengan cepat, sebelum semuanya terlambat. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita sendiri yang mengawali, ya siapa lagi? Mari kita reload kembali semua aktivitas jasadiyah dan ruhiyah kita. Adakah masih tersimpan kekurangan di dalamnya, atau bahkan masih tersimpan banyak kesalahan diantaranya, maka segeralah kita berangkat untuk meng-update sebagaimana mestinya. Bila perlu upgrade ke tahapan yang lebih baru. Kita jangan tertidur berlama-lama hari ini, bisa-bisa nanti tambah keseleo lagi hatinya.  Let’s go wake up...!! Panggilan Tuhan selalu menggema di pagi hari untuk selalu menyemangati. Jika kita masih ingin dicintai, jika kita masih ingin didekap oleh kasih sayang-Nya, jika kita masih meinginkan kehidupan yang lebih baik lagi setelah ini. Semakin rapatkanlah barisan kita di hadapan-Nya. Ingat, dengan langkah kecil saja kita mendekati-Nya, maka Tuhan akan mendekati kita dengan berlari begitu cepatnya. Begitu sangat pedulinya Tuhan kepada kita, sifat kasih dan penyayang-Nya tidak pernah terputus untuk semua manusia sang penghuni dunia. Lantas bagaimana perlakuan diri kita terhadap-Nya? Renungkanlah, intropeksi diri kita sendiri-sendiri ya. Dan jawablah sendiri di dalam masing-masing hati kecil yang kita miliki. Dan jangan lupa tersenyumlah menyambut kecerian pagi ini seraya bedoa dan ucapkan, “semangat pagi dunia, akulah salah satu manusia yang selalu ingin menebar manfaat di alam raya.” Semoga kita temui hati-hati indah di dalamnya, dan semangatlah untuk menggapai kebaikan dan keberkahan di setiap hari-hari seluruh kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar