Halaman

Senin, 30 April 2018

BERSAHABAT SAMPAI KE SURGA

Saudaraku, suatu ketika mungkin kita pernah berfikir betapa berat dan kerasnya perjalananan ini. Saat kita seolah tak mampu lagi menahan beban masalah, saat kita merasa lunglai&berat melangkahkan kaki, merasa tak kuat dan bingung menghadapi suasana hidup yang berkemelut. Ketika kita tak lagi merasa mampu berdiri menopang berat beban yang harus dipikul.

Sahabatku, melewati lorong waktu, menyusuri jalan-jalan dunia dengan  kebersamaan dan keikhlasan. Tapakilah perguliran pagi, siang, petang, dan malam dengan persahabatan dlm keimanan. Di dunia kita harus berpegang tangan, karna kita tidak mungkin selamat mengarungi bahtera kehidupan yg sangat luas ini yg penuh dengan ancaman badai&fitnah hanya seorang diri. Hanya kebersamaan dan pertemuan di jalan Allahlah yg dapat mengantarkan kita menyelesaikan hidup dengab baik. Persahabatan, kebersamaan, dan persaudaraan di jalan Allahlah yang akan mengiringi kita kpd kebahagiaan dunia akhirat.

Wahai sahabat-sahabatku, 
coba renungkanlah siapa orang2 yg kita cintai? Siapa orang-orang yang paling dekat dlm hidup dan hati kita? Siapa orang-orang yang kita kagumi? Mengajak kepada kebaikan dan keridhoan Allahkah dia? Mengajak kepada kecintaan dan kerinduan pada Allahkah dia?

Saudara-saudaraku, 
Hati-hatilah menyusuri kebersamaan dg orang-orang shalih. Waspadalah untuk tidak melakukan penyimpangan 
yang membuat kesenjangan antara diri kita dengan mereka. Kemarahan hati orang beriman adalah pangkal kesengsaran, kebencian orang-orang beriman adalah  pangkal kesempitan dan penderitaan. Karena sebenarnya merekalah yang dapat mengubah isi dunia dengan segala permasalahannya menjadi indah. Mulut-mulut merekalah yang menuangkan nasihat, kalimat yang dapat menentramkan hati kita. Karena dari tangan-tangan merekalah yang tengadah di malam sunyi di sepertiga malam, hingga memberi kekuatan iman dalam diri kita dan kehidupan ini. Hanya Allah lah yang mampu menyinari hati ini hingga tertawan kepada-NYA.

Semoga pertemuan, persahabatan, dan ukhuwah yang kita bina ini mampu memenuhi hati kita dengan cinta sejati, cinta yang hakiki yang jauh dari kecewa dan benci. 

Selamat berjuang sahabat-sahabatku, 
Jadilahlah engkaun pesona surga, yang harumnya semerbak membana, dengan kelembutan dan keistimewaan yang terpelihara. Teruslah berjalan dengan segala kebaikan yang ada untuk menapaki pengembaraan hidup ini tetap hiasilah dg niat yg suci. Semoga warna warni kehidupan yang kita lukis ini mampu menyadarkan kita bahwa hidup ini butuh pengorbanan, hidup ini butuh perbaikan, dan hidup ini butuh perjuangan.

Selasa, 17 April 2018

TAKARAN REZEKI

Rezeki Allah Yang Atur,,,

Masalah urusan rezeki, memang Allah yang mengatur-Nya. Setiap manusia sudah diukur takaran rezekinya. Tetapi rezeki itu tidak datang dengan sendirinya. Ibarat bola, untuk bisa masuk ke dalam gawang atau ring, maka kita harus menjemputnya. Bahkan kalau bisa kita menangkapnya, kemudian kita bawa lari sambil terus menggiring atau mendriblenya. Berusaha dengan berhati-hati agar tidak terlempar ke arah lawan, agar tidak salah sasaran. Dengan demikian, barulah kita bisa mendapat hasil yang memungkinkan. Itulah rezeki namanya,,, Dan siapa bilang, kalau kita tidak bisa menambah takaran rezeki yang telah Allah siapkan? Semua itu bisa kita lakukan, selagi kita mau berdoa dan berusaha untuk menjemputnya. Hanya kematian saja, yang tidak bisa kita ubah ketentuannya. 

Lihatlah semangat ini, Allah telah mengingatkan kita dlm Al qur'an: 
.... Tidak ada yang mampu mengubah suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri.... 

Sekarang kita renungkan???? 

Rezeki kita, nasib kita, itu kita sendiri yang mampu mengubahnya. Klo kita punya mimpi atau cita2 tinggi, maka doa&ikhtiar kita harus di gas full. Ada totalitas di dalamnya. Kalau nanti di tengah perjalanannya terjatuh, maka jgn pernah patah arah. Kita harus bangun, bangun, bangun, dan bangun lagi. Sampai pada akhirnya Allah benar2 melihat diri kita. 

Sering kita melihat orang2 sukses dlm usahanya, namun apa yg kita lihat??? Terkadang kita hanya melihat dari segi kesuksesannya pada saat ini saja. Enak ya si A, enak ya si B, dan sebagainya. Tanpa kita mau melihat bagaimana totalitas perjuangan mereka sebelumnya, ketika mereka berjuang semaksimal mungkin, dan jatuh bangun dlm menjemput kesuksesannya. Hingga Allah memberikan takaran rezeki yang berlebih baginya pada saat yang tepat. 

Ah malu kita, kalau msh muda hanya berdiam diri saja. Berkhayal mau jadi orang kaya, bisa sedekah semaunya, tapi doa&ikhtiarnya biasa2 saja. Apalagi instan maunya, apalagi hanya diberi maunya.  

Kecuali,,,,, 

Kita terlahir dari orang kaya, yang si nyak babeh nya punya harta berlimpah, perusahan yang tak ada putus hasilnya. Barulah kita bisa serba instan semua, tanpa bim salabim kita bisa langsung jadi orang kaya, bisa sedekah semaunya. Tetapiiii,,, kalau pada kenyataannya kita terlahir dari orang yg biasa2 saja, lantas kita punya keinginan agar Allah lebihkan takaran rezekinya, untuk kita bisa sedekah semaunya,... Apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus berdiam diri?? Menunggu rezeki turun dari langit, atau menunggu ada orang yg baik hati yg kasihan dgn kita, dan kemudian mau memberi kita warisan atau sumbangan. 

Ini adalah renungan menjelang malam, untuk siapapun yg mempunyai mimpi, dan ingin menjemput keberlimpahan rezeki dari Allah. Termasuk diri saya sendiri.  Yuk, kita sama-sama berikhtiar sahabat sekalian. Sambil berdoa, mendekatkan diri pada Sang Pemilik Kekayaan, agar Dia berkenan menurunkannya untuk kita. Karena Allah Maha Menilai, bagaimana ikhtiar kita dalam proses menjemput takaran rezeki yang ditentukan. 

Senin, 09 April 2018

IKHTIAR

Biarkanlah Allah yg menilai segala tindakan dan kebaikan kita. Ketika orang lain tidak menginginkan dan tidak mengakui segala kebaikan serta niat tulus kita,  jgn terlalu resah nan gelisah. Karena tidak semua orang yg ada di sekitar kita bisa mengerti dan juga memahami tentang jalan ini.  Sebab mereka tidak pernah merasakan berada di dalam posisi perjalanan ini. Apapun itu, tetaplah berpositive thinking kepada mereka, kepada mereka yang belum mau atau belum tahu akan indahnya berjalan di jalan ini.  

Tetaplah melakukan apa yg seharusnya kita lakukan, tetaplah melakukan apa yang semestinya harus kita dijalankan.  Biarkan Allah saja yang menjadi Maha Penilai. Karena yang Allah butuhkan adalah proses kebaikan. Bukan hasil di akhir perjalanan. Berdoa saja semoga Allah melembutkan hati-hati kita sekalian, untuk terus beriatiqomah di jalan yang Allah perintahkan. Bukankah setiap manusia yang hidup, diciptakan oleh Allah sebagai khalifatul fil ard? 

Jadi..., jangan patah arah dalam menyampaikan. Sampaikanlah semua kebaikan, walau itu tak didengar. Sampaikanlah segala kebajikan, walau itu tak dihiraukan. Jangan pernah bosan menebar kebaikan, walau pahit yang ditemukan. Itu bukan hasil akhir perjalanan, tetapi itu barulah permulaan. Karena Allah ingin tahu kedewasaan iman, karena Allah ingin tahu konsistensi jalanmu menuju ke depan. Sabar, ikhlas, tawakal dalam berikhtiar. Itulah yang Allah ajarkan. Itulah yang Allah inginkan. Teruslah berlomba-lomba dalam kebaikan. Meskipun ada aral menerjal. Karena itu tidak selamanya ada di dalam perjalanan. Ingatlah kunci ini, di dalam kesulitan ada kemudahan, setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Berdoa, dan yakinlah dalam berikhtiar. Agar Allah membukakan pintu jalan kemudahan. Teruslah bersyukur dan semangat menebar kebaikan. Dalam ikhtiar menuju kebaikan.