Halaman

Kamis, 22 Februari 2018

BERANI GAGAL BERANI SUKSES Part 2

Nah ini dia!! Oke, kita lanjutkan ya cerita kemarin yang sempat tertunda.  Apapun itu ceritanya, semoga bisa terus bersinergi untuk berbagi. Jangan takut salah, apalagi takut gagal. Karena cuma seorang pecundang yang hanya berani tampil ke depan, namun dia takut untuk menghadapi kegagalan, dia takut jika harus berhadapan dengan segala persoalan yang nantinya menghadang. Sudah ah, kita langsung lanjut saja ke pokok utama ya.  

Begini kelanjutan ceritanya,  seiring perjalanan bisnis di dunia persilatan cyber, tiba-tiba saja ada situasi yang mendropkan mentalitas diri saya. Saya masuk ke dalam sebuah situasi yang menurunkan motivasi dan semangat diri. Masih hangat-hangatnya, masih semangat-semangatnya, job dan order mulai mengalir dengan indahnya, hati mulai berbunga-bunga pokoknya. Eh tiba-tiba saya dapat kiriman lagu indah, dengan judul “Ketika om ge'u Bertasbih”. Asikkk…Pasti tahu dong gimana rasanya? Kalau yang bergelut di dunia persilatan cyber pasti tahulah rasanya. Rasanya itu enak banget, seperti diberi cokelat, dan lebih manis daripada buah manggis. Karna om ge'u kalau sudah update, dia tidak akan pilih-pilih tebu. Apa yang menurutnya tidak seiya sekata, maka langsung saja ditebasnya.  Siapa sih om ge'u itu? Jahat banget ya dia? Hahaaa..  Yach begitulah dia, om ge'u alias si om google update. Yang selalu saja membuat pengembara cyber ketar ketir, kalau sudah ketemu dengan patrolinya. 

Klo boleh dibilang, sebenarnya situasi pada saat itu tidak terjadi hal-hal yang buruk terhadap diri saya. Semuanya masih bisa dibilang baik - baik saja. Lah kan badan saya masih sehat, saya tidak sakit, saya juga tidak kena kasus pidana, saya juga tidak berfoya-foya secara cuma-cuma dengan alasan yang tidak jelas. Namun bak disambar petir, geledek besar rasanya, begitu cepat, begitu mendadak, dan sudah seperti jailangkung, datang tak diundang pulang tak diantar... Sudah berbulan-bulan nih, sudah banyak uang yang saya keluarkan untuk ikut ini dan itu, membeli ksatria-ksatria domain  untuk dijadikan ternak bisnis, tapi kok….? Eh tiba-tiba pikiran saya mulai eror dan aneh, terjadi sedikit konsleting dengan kondisi yang seperti ini. Tiba-tiba saya mulai begitu takut dengan segala sesuatunya. Kenapa kok tiba-tiba begini, mulai sepi order, kenapa kok banyak ksatria-ksatria saya yang kena amuk masa? kenapa saya kok kena suspend juga ya? Kenapa kok semua judulnya jadi gak enak begini. Apakah kemarin saya salah mengambil keputusan? Kenapa juga saya harus berhenti dari pekerjaan? Apa mungkin ya, saya ini ditakdirkan Allah hanya untuk jadi karyawan? Bukan pengusaha? Bukan pembisnis? Bukan pegulat cyber? Wah, kenapa ya tiba-tiba bisnis saya hancur? Karena google upadate semua jadi berantakan. Ksatria-ksatria saya banyak yang turun pagerank-nya. 

Situasi yang membuat tidak enak hati tersebut, membuat hati sedikit kalut. Sampai-sampai timbul pernyataan dalam hati kecil saya, "Katanya kalau saya berusaha dan kemudian berdoa, maka Allah akan mengabulkannya. Apa benar iman dan doa saya dapat merubah segala sesuatunya? Kemudian salah saya dimana?". Ah...kenapa saya jadi bicara seperti ini ya. Seperti tidak percaya kepada Tuhan. Sudah! Jangan dilema. Bangkit dan optimis saja. Kalau ada masalah, segera bangkit dan berpikir untuk sebuah solusi, bukan malah mencercanya. Gagal itu biasa, down itu gejala. Kalau tidak segera diobati, maka akan merajalela. Dan dapat mengotori sekujur tubuh manusia. Percaya saja, bahwa keputusan yang diambil saat ini adalah sudah benar. Untung rugi itu urusan belakang, jangan terlalu banyak memikirkan embel-embel yang membuat keraguan hati. Bangun saja pondasi, yang penting usaha dan yakinkan diri. Mungkin seandainya saja saya berpikir dan memutuskan lebih lama lagi sebelum memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sebagai karyawan, impian bisnis ini tidak akan  pernah berjalan seperti sekarang ini. Dan ternyata memang benar memulai bisnis dan usaha sendiri itu tidak segampang omongan pak Ippho Santosa, pak Mario Teguh,  dan pak Sandiago S. Uno. Semuanya ternyata mempunyai resiko tinggi, semuanya memiliki jalan terjal, semuanya harus melewati bebatuan. Kecuali kalau memang dari bayi kita sudah terlahir sebagai anak pengusaha sukses yang diberi warisan semilyaran saham perusahaan. Dan kenapa juga sih saya malah mencari masalah,  dengan banyak berpikir aneh-aneh seperti ini dan itu. Mengapa juga kali ini kok saya nekad sih? Bagaimana ya kalo ternyata jalan yang saya pilih ini salah? Bagaimana kalo ternyata dunia bisnis ini tidak memiliki prospek masa depan yang bagus buat impian saya? Mulai lagi dech ah kata-kata anehnya, sudahlah…bisa-bisa pusing kepala saya kalau mikirinnya hehehe…

Ternyata itulah sifat manusia, lebih banyak rasa takutnya.  Manusia lebih mudah memikirkan hal-hal yang buruk daripada hal-hal yang baik di dalam hidupnya. Ini adalah hukum dunia, sudah gak aneh lagi. Entah itu orang sukses atau orang gagal, orang kaya atau orang miskin, semuanya memiliki kecenderungan berpikir negatif. Itulah emosi, hati nurani atau perasaan. Hati nurani adalah satu-satunya kelebihan manusia yang diberikan Allah dibandingkan dengan makhluk lainnya. Lihat saja binatang, ia tidak bisa membedakan tentang baik dan jahat, tentang baik dan buruk.  Dan hanya dengan suara hatilah, kita sebagai manusia bisa mengerti itu salah atau benar, itu baik atau buruk. Kita bisa tertawa jika sedang gembira, menangis jikalau sedang sedih, marah jika ada yang menghina, dan benci ketika kita telah dikhianati. Dengan hati nurani juga, kita mampu merasakan kesedihan orang lain, penderitaan saudara-saudara kita, bisa meneteskan air mata, mendengarkan perjuangan saudara-saudara kita, dan ikut tertawa bersama merayakan kesuksesan mereka. Itulah empati, simpati yang muncul dari hati nurani kita.

Namun, bisikan lembut hati nurani ini adalah ibarat pedang bermata dua. Kadang kala bisa menguatkan, dan kadang kala bisa memberikan semangat. Namun, jauh lebih sering menjatuhkan mentalitas kita. ada yang mengatakan bahwa efek negatif yang ada pada diri kita adalah akibat dari dosa-dosa kita terdahulu.  Entah benar atau tidaknya, yang jelas ada baiknya jika kita telaah untuk memperbaiki semua langkah. Karena kita adalah manusia yang diberi perasaan oleh Allah. Tapi perasaan itu bukanlah kebenaran, karena perasaan itu bisa saja berubah-ubah. Perasaan juga tidak bisa dilogika, karena perasaan itu tidak nyata. Akan tetapi, perasaan itu bisa membuat hidup kita menjadi indah. Namun ingat, perasaan itu bukanlah raja atas perjalanan hidup kita. Karena di sini, keputusan yang kita buatlah yang sebenarnya menentukan masa depan kita. Keputusan berani mengambil resiko terhadap suatu tindakan itu yang akan menentukan bagaimana keberhasilan kita. Keputusan yang semata-mata berasal hanya dari hati. Jadi, gunakan dan ikutilah hati nurani. Jangan biarkan diri dikuasai oleh emosi dan keadaan. Jangan mau dikalahkan dengan ketakutan. Jangan bekerja untuk bertahan hidup saja. Bekerjalah untuk menjadi yang terbaik dalam bidang pekerjaanmu. Jangan menjadi orang biasa karena sebenarnya kita diciptakan untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Beranilah berhadapan dengan kegagalan, dan jangan pernah menyerah! Yakinkan terus hati atas keputusan yang sudah diambil saat ini. Tetap semangat mengejar mimpi, terus bertindak. Optimis dan terus belajar untuk benar-benar mengerti. Dan apapun yang nanti menghampiri diperjalanan, jangan keluarkan kata-kata aneh lagi. Oke semangat, Ganbate!!  "Berani gagal, berarti berani menjemput kesuksesan. 

"Saya memiliki banyak alasan mengapa saya harus sukses". Tetapi pada kenyataanya, terkadang saya masih lebih sering memikirkan alasan untuk gagal...huftt!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar